Selasa, 01 April 2014

Porifera Dan Coelenterata

PRAKTIKUM  II

Topik               : Porifera Dan Coelenterata.
Tujuan             :1.   Untuk mengenal berbagai macam spesies yang termasuk ke dalam  phylum Porifera dan Coelenterata.
 2.  Untuk mengetahui morfologi dan tanda-tanda karakteristik    phylum Porifera dan Coelentrata
Hari / tanggal  : Kamis / 6 Maret 2014.
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.
 

  I.            ALAT DAN BAHAN

A.    Alat – alat :
1.   Baki/ Papan seksi
2.   Alat tulis
B.     Bahan
1.   Awetan dari berbagai jenis Porifera (Microciona sp, Eusponngia sp.dan Hippospongia sp)
2.   Awetan dari berbagai jenis Coelenterata ( Astreae sp, Madrepora sp, Acropora sp, Favia sp, Euflexaura anthipathes, Fungia elegant, dan Ganiastrea pectinata)

    II.            CARA KERJA

1.   Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.   Mengamati semua awetan porifera dan coelenterata satu persatu
3.   Menggambar morfologi awetan hewan porifera dan coelenterata serta memberikan keterangan dan menuliskan sistematikanya.

 III.            TEORI DASAR

A.    Porifera
Porifera adalah hewan yang hidup di laut, sebagian di air tawar. Tidak aktif, tidak bertangkai, porinya sedikit dan sistem pencernaan secara intraseluler. Porifera berasal dari kata “pori” yang artinya lubang kecil dan “fero” artinya mengandung, jadi porifera adalah hewan berpori.
Porifera mewakili hewan – hewan primitif yang bersimetri radial atau asimetri dan menyimpang dari garis utama evolusi Metazoa, serta merupakan cabang evolusi yang di sebut Parazoa. Hewan ini hidup di laut, beberapa di air tawar, tidak aktif, tidak bertangkai, memiliki banyak pori. Sistem pencernaan berlangsung secara intraseluler. 
Porifera kebanyakan berkoloni tidak teratur seperti tumbuhan, bentuk tubuhnya ada yang seperti batang, jambangan bunga, kipas dan sebagainya. Warna tubuhnya ada yang jingga, putih, hijau, coklat dan lain-lain. Warna ini dipengaruhi oleh kondisi sinar yang berubah-ubah. Hidupnya ada yang sesil artinya menetap di suatu tempat misalnya batu, kayu dan cangkok hewan mollusca.
Struktur tubuhnya berdasarkan tipe saluran air terbagi atas 3 yaitu tipe ascon, sycon dan leucon, yang paling sederhana adalah tipe ascon. Porifera merupakan hewan diploblastik. Berdasarkan bahan pembentuk spikula / rangka porifera terbagi atas 3 kelas yaitu calcarea/porifera kapur, hexactinellida/porifera silikat dan demospongia/porifera lunak.
Porifera berkembang biak secara aseksual dengan membentuk kuncup dan membentuk butir benih (gemula). Sedangkan secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum bahkan ada yang hermaprodit.
B.     Coelenterata
Coelenterata berasal dari kata “coilos” yang artinya rongga dan “enteron” yang artinya usus, jadi coelenterata adalah hewan berongga atau hewan yang mempunyai rongga usus (gastrovaskuler) yang berfungsi untuk pencernaan dan alat pengedar sari-sari makanan keseluruh bagian tubuh.
Tubuhnya radial simetris, multiseluler dan diploblastik. Pada coelenterata kadang-kadang ada dua bentuk tubuh, yaitu bentuk polip dan medusa yang terbentuk dalam siklus hidupnya. Bentuk polip, tubuhnya berbentuk silindris, bagian proksimal melekat dan bagian distal mempunyai mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Biasanya dalam koloni, gonad mungkin eksternal mungkin juga internal, dan medusa bentuk tubuhnya seperti payung atau seperti lonceng, mulut terdapat pada manubrium, yaitu bentukan seperti payung. Ruang digesti berupa saluran-saluran radial, mempunyai cabang utama empat buah, semuanya bermuara dalam saluran sirkular. Tentakel menggantung pada permukaan payung. Gonad menggantung di bawah saluran radial. Muara gonad mungkin di dalam (internal) saluran radial atau di luar (eksternal) saluran radial. Hidupnya ada yang sesil/menempel dan ada yang medusa/bebas berenang, habitatnya di dasar laut dan berkembang biak secara aseksual dan secara seksual.
Coelenterata terbagi atas 3 kelas yaitu hydrozoa, scyphozoa dan anthozoa. Coelenterata sering digunakan sebagai bahan makanan, sebagai penyusun batu karang maupun sebagai cadangan minyak.







 IV.            HASIL PENGAMATAN
A.    Awetan Porifera
1.      Microciona sp
a.       Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Batang 
3. Epidernis
Gambar Tangan :


 





                                                                                            
b.      Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Batang
3. Epidermis
Foto Pengamatan :
c.        
d.     








 
e.        
f.        

Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Batang
3. Epidermis
c. Foto Literatur :









 


http://www.exoticsguide.org/sites/default/files/species_images/c_prolifera_lg_e.jpg 


             Anonim a. 2014
2.         Euspongia  molissima
a.       Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Skeleton
3. Epidermis

Gambar Tangan :


 







b.      Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Skeleton
3. Epidermis
Foto Pengamatan :
c.       Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Skeleton 
3. Epidermis
Foto Literatur :
http://homeopathie-conseils.fr/images/plantes/221.jpg
     Anonim b. 2014
3.  Hippospongia sp
a.       Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Skeleton 
3. Epidermis
Gambar Tangan :


 






b.      Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Skeleton
3. Epidermis
Foto Pengamatan :


 




c.       Foto Literatur :











 





http://sp6.fotolog.com/photo/22/18/65/zoologo2/1171905748_f.jpgText Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Skeleton
3. Epidermis


    Anonim c. 2014
B.      Awetan Coelenterata
1.      Astraea sp
a.       Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Skeleton
3. Epidermis
Gambar Tangan :


 








b.      Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Skeleton
3. Epidermis
Foto Pengamatan :












 






c.       Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Skeleton
3. Epidermis
Foto Literatur :













 





http://www.biosferashop.com/sites/default/files/imagecache/carousel_img_view/animali/Favites%20Green.jpg


            Anonim d. 2014
2.      Madrepora sp
a.       Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Tentakel
3. Epidermis
Gambar Tangan :


 








b.      Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Tentakel
3. Epidermis

Foto Pengamatan :


















 







c.       Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Tentakel
3. Epidermis
Foto  Literatur :
http://pascabiologi1987.files.wordpress.com/2011/03/madrepora-sp1.jpg
    Anonim e. 2014

3.      Euplexaura anthipathes
a.       Text Box: Keterangan :
1. Batang 
2. Tentakel
3. Epidermis
Gambar Tangan :
 








b.      Text Box: Keterangan :
1. Batang
2. Tentakel
3. Epidermis
Foto Pengamatan :





















 








c.       Text Box: Keterangan :
1. Batang
2. Tentakel
3. Epidermis
Foto Literatur :













 



http://file1.npage.de/003093/83/bilder/anthoplexaura_dimorpha.jpg


Anonim f. 2014

4.      Acropora sp
a.       Text Box: Keterangan :
1.Batang
2. Tentakel
3. Epidermis
Gambar Tangan :


 






b.      Text Box: Keterangan :
1. Batang
2. Tentakel
3. Epidermis
Foto Pengamatan :
c.       Text Box: Keterangan :
1. Batang
2. Tentakel
3. Epidermis
Foto Literatur :
http://digital-reefs.com/wp-content/uploads/2011/08/Acropora-sp..jpg
 Anonim g. 2014
5.      Favia sp
a.       Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh 
2. Epidermis
3. Ektoderm
Gambar Tangan :


 






b.      Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Epidermis
3. Ektoderm
Foto Pengamatan :













 






c.       Text Box: Keterangan :
1. Rongga Tubuh
2. Epidermis
3. Ektoderm
Foto Literatur :
http://atj.net.au/Favia_sp_Eagle.jpg
  Anonim h. 2014
6.    Fungia elegant
a.       Text Box: Keterangan :
1.  Rongga Tubuh
2.  Epidermis
3.  Lapisan kulit berbentuk jamur
Gambar Tangan :







b.      Text Box: Keterangan :
1.  Rongga Tubuh
2.  Epidermis
3.  Lapisan kulit       berbentuk jamur
Foto Pengamatan :
c.       Text Box: Keterangan :
1.  Rongga Tubuh
2.  Epidermis
3.  Lapisan kulit berbentuk jamur
Foto Literatur :
http://www.messersmith.name/wordpress/wp-content/uploads/2010/05/mushroom_coral_fungia_fugites_IMG_5067.jpg
  Anonim i. 2014
7.    Goniastrea pectinata
a.       Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Epidermis
3. Skeleton
Gambar Tangan :







b.      Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Epidermis
3. Skeleton
Foto Pengamatan :
c.       Text Box: Keterangan :
1. Pori – pori
2. Epidermis
3. Skeleton
Foto Literatur :
http://pascabiologi1987.files.wordpress.com/2011/03/goniastrea-pectinata.jpg?w=640Goniastrea
GoniastreaGoniastrea  Anonim j. 2014
V.      ANALISIS DATA
A.    Porifera
1.      Microciona sp
Klasifikasi :
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Porifera
Classis           : Demospongiae
Ordo             : Monaxonida
Familia          : Microcionadae
Genus            : Microciona
Spesies          : Microciona sp
  (sumber : Hegner. 1968)
Microciona sp mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu pori – pori, batang, dan epidermis. Hewan ini memiliki bentuk seperti tumbuhan panjang. Memiliki pori pada seluruh tubuhnya, anggota phylum porifera jenis ini dikenal dengan koloni dimorphicnya yang berwarna merah muda. Spesies ini sering menempel pada cangkang mollusca, bentuknya bercabang dengan diselimuti oleh ostia pada permukaan tubuhnya dan pada perairan yang dalam. Pada perairan yang dalam koloninya menjadi besar dan berkembang sampai 15 cm. Habitatnya di air laut tetapi ada juga yang hidup di air tawar. Biasanya hidup di daerah tropis dan subtropis ,spongenya bertanduk dan tidak berspekula serta kerangka tubuhnya terbuat dari bahan khusus sponging.
2.      Euspongia molissima
Klasifikasi :
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Porifera
Class             : Demospongia
Ordo             : Keratosa
Familia          : Euspongiadae
Genus            : Euspongia
Species          : Euspongia molissima
(sumber : Hegner. 1968)
Euspongia molissima mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu, pori – pori, skeleton, dan epidermis. Hewan ini disebut juga dengan spon mandi. Kerangka tubuh terbentuk dari bahan sponging. Sponnya berwarna hitam dan berbentuk besar. Jenis hewan ini tidak memiliki bentuk tetap dan memiliki sponging tegak bercabang-cabang. Euspongia molissima  mempunyai ostium dan oskulum. Makanan masuk melalui ostium melewati spongocoel dan ruangan berflagel yang ada coanocyte untuk menyerap zat-zat makanan, sedangkan sisa-sisa makanan dan zat-zat lain keluar lewat oskulum. Spikula terdiri dari megascleres dan microscleres yang bertipe tetraxon . Habitatnya di laut tropis atau subtropis.
3.      Hippospongia sp
Klasifikasi :
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Porifera
Classis           : Demospongiae
Ordo             : Keratosa
Familia          : Hippospongiadae
Genus            : Hippospongia
Spesies          : Hippospongia sp
(sumber : Hegner. 1968)      
Hippospongia sp mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu, pori – pori, skeleton dan epidermis. Hewan ini memiliki bentuk bulat seperti lempeng, berwarna orange. Kerangka tubuhnya dari sponging dan memiliki kerangka tubuh khusus yang tidak memiliki spikula. Bentuk morfologi hewan ini, berpori dengan serat yang agak kasar. Hewan ini biasa hidup di lautan tropis dan subtropis dengan kedalaman antara 10-15 m dengan cara menempelkan diri di dasar laut, mempunyai sponging bertanduk.

B.     Coelenterata
1.        Astraea sp
Klasifikasi :
Kingdom     : Animalia
Phylum        : Coelenterata
Classis         : Anthozoa
Ordo            : Madreporia
Familia        : Astridae
Genus          : Astraea
Spesies        : Astraea sp
(sumber : Hegner. 1968)
Astraea sp mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan skeleton. Hewan ini mempunyai bagian yang berbentuk piala skeleton, terdapat enam tentakel, tidak memiliki siphonoglyph, otot lemah, berkoloni. Rangka tubuhnya terbentuk atas kalsium karbonat yang ditopang oleh ektoderm dan hidup berkoloni di air laut. Koloninuya dibentuk oleh tunas, koloninya berisi banyak fitted yang cukup mendekati dengan bentuk cangkir polygonal. Spesies ini terdapat dalam air laut hangat  terdapat sejak zaman Pre Cambrium sampai sekarang. Spesies Astraea sp yang masih hidup sebanyak 2500 species dan yang punah sebanyak 5000 species.
2.        Madrepora sp
Klasifikasi   :
Kingdom     : Animalia
Phylum        : Coelenterata
Classis         : Anthozoa
Ordo            : Madreporaria
Familia        : Madreporidae
Genus          : Madrepora
Spesies        : Madrepora sp
(Sumber : P.S.Verma.2002)
Madrepora sp mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan tentakel. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras dan kerangka tubuhnya terbentuk ectoderm. Hewan ini dikenal sebagai karang terompet yang biasanya ditemikan di air laut. Warna tubuhnya putih abu – abu dengan permukaan agak kasar. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumnya hidup di tempat yang dangkal dengan berkoloni.
3.        Euplexaura anthipathes
Klasifikasi   :          
Kingdom     : Animalia
Phylum        : Coelenterata
Classis         : Anthozoa
Sub class     : Zoantharia
Ordo            : Antipatharidae
Familia        : Euflexadea
Genus          : Euplexaura
Spesies        : Euplexaura antipathes
Euplexaura anthipathes mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu, batang, epidermis, dan tentakel. Di Indonesia hewan ini di kenal dengan akar bahar atau karang hitam yang hidup di laut dengan menempel pada substrat tertentu, misalnya pada batu. Akar bahar merupakan Coelenterata yang berbentuk seperti tanaman dengan batang bercabang – cabang yang tersusun ata zat tanduk dengan polip kecil yang terdapat di laut. Akar bahar dapat dimanfaatkan sebgai bahan – bahan obat – obatan, karena batangnya tampak keras karena terdiri atas kayu dengan zat kapur, dan rangka akar bahar tersusun atas zat tanduk.
4.        Acropora sp
Klasifikasi :
Kingdom    :  Animalia
Phylum       :  Coelenterata
Classis         :  Anthozoa
Sub class     :  Zoantharia
Ordo           :  Madreporaria
Familia        :  Acroporadae
Genus         :  Acropora
Spesies        : Acropora  sp
Acropora  sp mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu rongga, tentakel, dan epidermis. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras dan berwarna putih kekuning – kuningan dengan permukaan yang kasar, srta bentuk tubuh silindris. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup di perairan hangat dan di tempat yang dangkal  dengan berkoloni.
5.    Favia sp
Klasifikasi :
Kingdom    :  Animalia
Phylum       :  Coelenterata
Classis         :  Anthozoa
Ordo           :  Madreporaria
Familia        :  Faviadae
Genus         :  Favia
Spesies        : Favia  sp
(sumber : Hegner. 1968)
            Favia  sp mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu, rongga tubuh, epidermis, ectoderm. Hewan ini memiliki bentuk tubuh berupa polip kecil, eksoskeleton kompak berbadan batu kapur dan habitatnya diair laut. Favia sp memiliki karakter yang hampir sama dengan fungia tetapi bentuk dan rongganya lebih kecil. Rongga yang dimiliki berbentuk seperti bintang. Organisme ini hidup berkoloni di air laut dan membantuk batuan coral . jenis ini juga memiliki bagian skeleton yang dapat membentuk kalsium karbonat pada skeleton. Organisme ini memiliki bagian yang lebih kurang hampir sama seperti astraea
6.    Fungia elegant
Klasifikasi   :
Kingdom     : Animalia
Phylum        : Coelenterata
Sub class     : Zoantharia
Classis         : Anthozoa
Ordo            : Madreporaria
Familia        : Fungidae
Genus          : Fungia
Spesies        : Fungia elegant
(Sumber : Hegner. 1968)
Fungia elegant mempunyai bagain – bagian tubuh yaitu, rongga tubuh, epidermis, dan lapisan kulit berbentuk jamur. Hewan ini berupa polip kecil yang hidup berkoloni dengan eksoskeletonnya kompak pada badan batu kapur tanpa syphoneglyph dan habitanya di air laut hangat. Dikenal sebagai jamur karang. Hewan ini mempunyai ukuran yang besar cembung di atas permukaan dan cekung di bawah, septanya banyak dan dihubungkan bersama-sama oleh synaptocula kecil. Fungia dewasa berbentuk polip dengan memiliki banyak tentakel.
7.    Goniastrea pectinata
Klasifikasi   :
Kingdom     : Animalia
Phylum        : Coelenterata
Classis         : Anthozoa
Ordo            : Gorgonacea
Familia        : Goniastreadae
Genus          : Goniastrea
Spesies        : Goniastrea pectinata
(Sumber : Hegner. 1968)
Goniastraea pectinata mempunyai bagian – bagian tubuh yaitu, epidermis, pori – pori, dan skeleton. Hewan ini memiliki banyak celah dan bentuknya seperti batu. Habitatnya di dasar laut, tidak memiliki spikula dan saluran pencernaan. Rangka tubuh hewan ini terbuat dari sponging.
VI.       KESIMPULAN
            Berdasarkan  hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan :
1.      Porifera adalah hewan yang tubuhnya banyak pori. Selain itu, tubuhnya tidak memiliki appendiks dan bagian yang dapat digerakkan dan tidak mempunyai saluran penecernaan makanan serta sistem pencernaannya berlangsung secara intraseluler. Tubuhnya juga memiliki penyokong tubuh yang tersusun atas kristal dari spikula-spikula atau bahan serabut yang terbuat dari bahan organik. Hewan ini hidup dilaut.
2.      Filum Porifera memiliki bentuk tubuh yang bervariasi dengan tiga tipe yang didasarkan atas bahan pembentuk tubuh yaitu porifera lunak, porifera kapur, dan porifera silikat.
3.      Pada pengamatan terdapat spesies pada Porifera antara lain: Microciona sp, Euspongia molissima, dan  Hippospongia sp.
4.      Coelenterata adalah hewan berongga yang memiliki bentuk tubuh radial simetris, berbentuk silindris, globural. Coelenterata termasuk hewan yang sifatnya diplobastis, karena tubuh tersusun atas dua lapisan. Saluran pencernaan makanan tidak sempurna merupakan sistem gastrovaskular. Mereka juga belum memiliki alat pernafasan, peredaran dan pengeluaran hasil ekskresi yang khusus.
5.      Bentuk tubuh Coelenterata bervariasi, ada yang berbentuk seperti bunga, akar maupun bentuk ubur-ubur.
6.      Pada pengamatan terdapat spesies pada Coelenterata antara lain: Astraea sp, Madrepora sp, Acropora sp, Favia sp, Euplexaura antipathes, Fungia elegant., dan Goniastrea pectinata.
VII.     DAFTAR PUSTAKA
Anonim b. 2014. http://homeopathie-conseils.fr/images/plantes/221.jpg. Diakses  11 Maret 2014.
Anonim c. 2014 http://www.tudav.org/new/images/iucn/Hippospongia%20 officinalis.jpg. Diakses 11 Maret 2014.
Anonim h. 2014. http://atj.net.au/Favia_sp_Eagle.jpg. Diakses 12 Maret 2014.
Bunda Halang, Mahrudin dan Dharmono. 2013. Penuntun Praktikum ZoologiInvertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin.
Jasin, Maskoeri, 1987. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya.
Verma,PS. 2002. A Manual Of Practical Zoologi Invertebrata. Schand dan
                 Company LTD. New Delhi.














































Tidak ada komentar:

Posting Komentar