Jumat, 13 Juni 2014

Echinodermata (Kelas Asteroidea)



1.      Kelas Asteroida (bintang laut)
Asteroida berasal dari kata Yunani, Aster artinya bintang dan eidos artinya bentuk. Jadi Asteroida dapat diartikan sebagai hewan berbentuk bintang.
a.    Struktur
1.    Bentuk seperti bintang (berlengan 5).
2.    Tubuhnya berduri tersusun zat kapur (osikel). Pada bagian dasar terdapat duri yang mengalami perubahan disebut pediselaria.
●Pediselaria berfungsi
a)      Pelindung ingsang kulit
b)      Menangkap makanan
c)      Mencegah sisa-sisa organisma agar tidak tertimbun pada permukaan tanah.
3.    Pada ujung-ujung lengan terdapat alat sensor.
4.    Ujung tentakel pada bintik mata yang mengandung pigmen merah, peka terhadap cahaya.
5.    Pada umumnya berwarna oranye, biru, ungu, hijau atau gabungan warna-warna tersebut.
6.    Alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan.
7.    Mulut terdapat di permukaan bawah atau disebut permukaan oral dan anus terletak di permukaan atas disebut permukaan aboral.
8.    Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral. Sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit.
9.    Banyak dijumpai di zona litoral laut / daerah pasang surut ( pantai).
10.                        Mempunyai kemampuan regenerasi /pengembalian diri dari kerusakan tubuh yang cepat.
11.                        Mempunyai kemampuan autotomi : memutuskan tubuhnya yang luka.
b.      System Amblukral (Sistem Saluran Air)
System saluran air terdiri atas: (1) madreporit (2) saluran batu (3) saluran gelang (saluran cincin) (4) badan Tiedemann (tempat pembentukan sel-sel amuboid, sel amuboid ini bertindak sebagai pengisi cairan selom yang berfungsi untuk respirasi, sirkulasi, dan ekskresi (5) empat buah gelembung poli (6) lima buah saluran radial (7) saluran transversal (saluran yang menghubungkan antara saluran radial dan ampulla (8) ampulla (9) kaki tabung bersucker
a. System amblukral

System amblukral disebut juga system pembuluh air. Pembuluh air dimulai dari suatu lempengan yang berlubang-lubang di bagian aboral disebut madreporit, kemudian diteruskan ke saluran cincin melalui saluran batu. Pada sebelah dalam saluran cincin terdapat 9 tonjolan yang disebut badan Tiedman; diperkirakan sebagai tempat berkembangnya sel ameboid dalam system pembuluh air. Saluran cincin letaknya mengelilingi mulut yang kemudian bercabang satu buah ke tiap-tiap lengannya. Cabang-cabang tersebut dinamakan saluran radial.
Saluran ini kemudian bercabang-cabang lagi ke bagian samping dan disebut saluran transversal. Pada ujung transversal inilah terdapat kaki amblukral yang berhubungan dengan semacam gelembung berotot yang disebut ampulla. Jika ampulla ini berkontraksi maka cairan dalam system saluran air akan tertekan masuk ke dalam amblukral, dengan demikian kaki tersebut akan menjulur. Jika kaki tersebut dengan lempengan pengisapnya telah menempel pada suatu benda maka otot-otot longitudinal di bagian kaki akan berkontraksi pula. Dengan demikian air tertekan kembali ke dalam ampulla, kaki-kaki tesebut memendek kembali dan hewan tersebut secara perlahan-lahan akan terseret.
Bintang laut memiliki gejala autotomi karena memiliki daya rege-nerasi yang besar. Sebagai contoh bila sebuah lengan terluka maka biasanya akan dilepaskan. Lengan tersebut akan segera membentuk bagian seluruh tubuh yang terlepas hingga utuh kembali.
c.       System Pencernaan Makanan
Asterias forbesi, salah satu spesies anggota Astreidea, memiliki tipe makanan yang saprozoic dn holozoic. Saluran pencernaan terdiri atas: (1) mulut (di bagian oral) dilengkapi otot lingkar dan otot radial (2) esophagus pendek (3) lambung kardiak (lambung besar) (4) lambung pilorik (lambung kecil), lambung pilorik bercabang dua ke setiap  bagian lengan yang disebut sekum pilorik dan cabang  yang terdapat di bagian aboral (dekat anus) disebut sekum rektal (5) anus
Saluran pencernaan dimulai dari mulut yang berhubungan dengan kerongkongan yang sangat pendek dan selanjutnya bersambung dengan kantung yang berperan sebagai lambung bagian muka dan besar (kardiak) dan bagian belakang dan kecil (pylorus). Dalam proses pencernaan, lambung mengeluarkan sekresi mukosa. Dari pylorus ke saluran sekum pilorik; di sini dilakukan sekresi enzim untuk mencerna tubuh lunak moluska mangsanya. Di atas lambung terdapat usus, berupa saluran pendek yang terbuka pada daerah anus.
Makanan bintang laut berupa sampah, ikan kecil, siput, dan kerang. Bahan-bahan makanan yang dicerna dengan bantuan mukosa dan enzim; sedangkan bahan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui mulut. Cairan dalam selom mengandung zat makanan yang diedarkan oleh silia ke seluruh tubuh.
d.      System Syaraf
Terdapat 3 tempat unit syaraf, yaitu:
1)      Di bagian mulut (ektoneural), tersusun atas cincin syaraf yang mengelilingi mulut dan 5 tali syaraf radial yang masing-masing menuju ke bagian tangan dan terletak di bagian bawah saluran radial.
2)      System syaraf bagian dalam (hyponerural), terdiri atas cincin syaraf sirkumoral ganda yang terletak di atas cincin syaraf ektoneural, bercabang yang menuju ke masing-masing syaraf radial.
3)      System syaraf yang terletak di bagian selom (aboral), terdiri atas: (1) syaraf anal (2) syaraf sepanjang bagian atas masing-masing lengan.
e.       Organ Sensoris
Terdiri atas organ taktil dan bintik mata. Organ taktil berfungsi sebagai indera peraba di permukaan tubuh sedangkan bintik mata berfungsi untuk membedakan gelap dan terang.
f.       System Reproduksi
Bintang laut bersifat diesis. Alat reproduksinya bercabang-cabang dan terletak di setiap lengan. Alat reproduksi betina menghasilkan banyak telur (sekitar 2,5 juta setiap 2 jam0; sedangkan yang jantan menghasilkan spermatozoa yang lebih banyak dari pada ovum. Fertilisasi terjadi di air, selanjutnya akan dihasilkan larva bipinaria.
Gambar. Reproduksi Bintang Laut
g.      System Respirasi
Respirasi terjadi dalam brankhia dermalis, yaitu suatu kantung berbulu halus yang dilengkapi dengan silis; organ ini terletak pada semua lengan bagian kulit. Silis sebelah luar bertugas mengalirkan air beroksigen ke permukaan brankhia secara tetap, sedangkan silia sebelah dalam mendorong cairan tubuh ke dalam brankhia. Pada saat cairan berada dalam brankhia terjadilah pertukaran oksigen dengan karbondioksida seperti halnya pada paru-paru vertebrata.
h.      System Ekskresi
Ekresi dilakukan oleh sel-sel amebosit yang terdapat pada cairan selom. Zat sisa ini dibawa keluar melalui dinding derma brankhalis.
●Contoh spesies dari kelas Asteroidea
Astropecten irregularis, Crossater supposes sp.,  Acanthaster planci, dan Asterias forbesi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar