Jumat, 13 Juni 2014

Echinodermata (Kelas Crinoidea)



1     Kelas Crinoidea (Gr.Crinon = lili + eidas = bentuk)
Hewan ini mirip tumbuhan, karena bentuknya menyerupai bunga lili, tempat hidupnya mulai dari daerah di bawah pasang surut sampai ke laut dalam di atas 12.000 kaki.Hewan yang paling umum dipelajari adalah Antedon tenella.Kulitnya tersusun dari zat kitin. Biasanya melekat pada dasar perairan. Jika lingkungan tidak memungkinkan, misalnya makanan habis atau keselamatannya terancam, ia akan pindah ke tempat lain yang sesuai dan aman. Kelompok hewan ini juga sering disebut bintang bulu. Juga dikenal sebagai lili laut atau lilia laut yaitu hewan yang mempunyai lengan bercabang serta anus dan mulut berada di permukaan oral, kaki tabungnya tidak mempunyai saluran penghisap dan alur ambulakranya terbuka,tidak memiliki madreporit, duri ataupun pedicillariae
Tumbuh pada pangkalnya dengan bantuan permukaan aboral, tubuhnya kecil seperti mangkuk disebut dengan calyx yang melekat pada dasar laut dengan bantuan akar (cirri). Dari calyx itu akan tersembul 5 lengan yang lentur, yang mempunyai bagian tentakel yang pendek, masing-masing mempunyai pinnulae yang banyak sekali sehingga seperti bulu burung yang terurai. Beberapa jenis lili laut memiliki stalk atau tangkai yang berasal dari daerah aboral dari calyx. Alat ini (tangkai) sebagai alat melekat pada dasar laut, seolah-olah sebagai batang dengan akar. Sebagian besar dari mereka hidup di laut yang sedang jeluknya, beberapa jenis berupa hewan laut jeluk dan beberapa jenis lagi mendiami laut dangkal, antaranya di terumbu karang.
a.        Struktur Tubuh Crinoidea
Ukurannya tidak lebih dari 40 cm panjangnya dan berwarna mencolok. Tubuhnya terdiri dari cakram sentral dengan lima lengan bermula dari cakram ini setiap lengan bercabang dua atau lebih. Setiap casbang mempunyai ranting-ranting melintang yang disebut pinul (pinnulae). Cabang-cabang ini membuat hewan berbulu-bulu. Cakram sentral bentuknya seperti mangkuk dengan mulut terletak di dasar (di bawah).
b.      Sistem Pencernaan
Makanan berupa plankton kecil atau detritus mikroskopis, yang dibawa oleh lengan atau ditangkap oleh tentakel, dilewatkan sepanjang alur ambulakral dengan bulu-getar yang bergerak-gerak, yang selanjutnya digiring oleh silia ke dalam mulut. Memiliki Sebuah tangkai yang tumbuh dari cakram sering digunakan untuk melekatkan hewan pada substrat dasar, akibatnya mulut tetap di atas dan lengan-lengan seperti bulu menciptakan alat seperti jaring untuk menangkap dan mengangkut makanan ke mulut.
Ada yang tidak mempunyai tangkai, atau menghilang waktu menjadi dewasa dan dapat menggerakkan lengannya untuk berpindah-pindah.Lekukan ambulakral yang ditandai dengan garis bersilia dan berisi tentakel seperti kaki buluh.
Coelom adalah sempit dan gonad biasanya terdapat dalam pinnulae. Crinoidea mempunyai daya regenerasi besar sekali, bagian lengan atau calyx yang hilang akan segera diperbaharui.
Kelompok hewan ini merupakan hewan yang peka, tetapi mempunyai kemampuan regenerasi tinggi sehingga dapat menyembuhkan diri jika luka. Kira-kira ada 600 jenis mewakili 150 marga dari 30 suku. Sisa-sisa fosil banyak terdapat pada formasi kapur. Sepintas lalu tampak seperti tumbuhan. Pemukaan oral hewan ini menghadap ke atas (berbeda dengan echinodermata lainnya), misalnya: Ptilocrinus pinnatus.
c.       Sistem Saraf
            Sistem syaraf terdiri atas:
1.            Cincin syaraf,
2.            Syaraf radikal (menuju ke bagian-bagian lengan)
d.      Organ sensoris
Organ Sensoris terbelakang dan primitive.
e.       Ciri-ciri Crinoidea :
1.      Bentuk tubuh seperti tumbuhan tapi ada yang bertangkai dan ada yang tidak bertangkai.
2.      Crinoidea yang bertangkai adalah individu yang tidak dapat bergerak dan mulutnya   terarah keatas.
3.      Crinoidea yang tak bertangkai merupakan individu yang dapat bergerak bebas didalam laut.
4.      Tubuhnya menyerupai bunga lili atau bunga bakung dan bentuk seperti bulu burung.
5.      Terdapat keping-keping theka dengan percabangan lengan panjang.
6.      Beberapa spesies mempunyai tangkai arah aboral.
7.      Tidak mempunyai duri
8.      Kaki tabungnya kurang mempunyai suber (alat isap)
9.      Tidak memiliki madrepori
10.  Sistem syaraf berbentuk cincin yang selanjutnya bercabang-cabang pada tiap lengan
11.  Kulitnya tersusun dari zat kitin.
Contoh spesies dari Crinoidea adalah :
1.    Antedon sp,
2.    Anemon sp
3.    Holopus, dan
4.    Metacrinus (lili laut).
Antedon sp (bisa berenang) dan Anemon sp menyerupai pohon, yang hidupnya menempel dengan mempergunakan tangkai. Pada permukaan oral biasanya terdapat mulut dan anus.
Mulut dan anus terletak sebelah menyebelah, mulut pada daerah oral, sedangkan anus pada daerah aboral. Anus sering terdapat pada kerucut yang menonjol. Pada bidang oral setiap lengan memiliki lekukan ambulakral seperti garis bersilia yang berisi tentakel menyerupain kaki buluh.
Contoh gambar Crinoidea :





Contoh spesies dari Crinoidea :
1.      Antedon tenella (Bulu bintang) bisa berenang, dan Anemon Sp
2.      Holopus
3.      Metacrinus (lili laut)
1. Gambar Anemon sp dan Antedon sp :
2. Gambar Holopus :

3.   Gambar Metacrinus :

Tidak ada laporan yang menunjukkan bahwa terdapat hewan yang secara tetap memangsa Crinoidea. Pada tubuh Crinoidea terdapat banyak makhluk yang komensial dan parasit, terutama Polychaeta yaitu Polynoe, Mizostomum yang terdapat pada calyx atau lengannya. Beberapa Gastropoda kecil mengelilingi atau mengerumuni Crinoidea untuk makan bagian tubuh yang lunak.
Crinoidea banyak terdapat pada zaman Palaezoicum, yang banyak endapan kapur di dasar laut pada beberapa bagian kerak bumi terutama berasal dari kapur Crinoidea. Kelas Crinoidea memiliki 80 spesies yang hidup menempel, di dasar laut, coral, dan dimana saja membentuk kebun laut. Crinoidea yang menempel ada sampai sekarang yaitu Antedon sp yang dapat berenang dengan menggunakan lengannya, tapi sering memegang suatu objek di dasar laut dengan menggunakan cirri. Warna Crinoidea bermacam-macam, ada yang putih, kuning, hijau, ataupun coklat.
f.       Sistem Reproduksi
Jenis kelamin terpisah. Gonad biasannya terdapat dalam pinnula. Beberapa kelas Crinoidea, melepaskan telur dalam air, tapi beberapa menahan tetap pada pinnula sampai menetas. Larvanya disebut doliolaria. Larva yang masih muda sekali masih mendapat makanan dari kuning telur, tapi belum mempunyai mulut. Setelah beberapa hari dapat hidup bebas dan menempel dengan akhir bagian anterior dan kemudian berbentuk cangkir, lalu tumbuhlah lengannya. Beberapa Crinoidea menyimpan telurnya dalam tubuh.
g.      Kelas Crinoidea yang masih hidup sampai saat ini adalah :
1.    Ordo  Inadunata.
2.    Ordo Articulata, yang terdiri atas :
a.       Familia 1 Pentacrinidae, yang memiliki tangkai pada ciri yang panjang, tidak memiliki akar, cakram tubuh pada lengan terbagi secara dichotomi sampai 10 kali; Pannulae kecil; contoh : Isocrinus, Asterias, yang banyak terdapat di laut Hindia.
b.      Familia 2 Antedonidae, mempunyai tangkai pada hewan yang masih muda; terdapat ciri pada dasar tangkai pada hewan yang telah dewasa. Lengannya panjang berjumlah antara 5-25 buah; mempunyai pinnulae yang beranggotakan sampai 100 species, merupakan hewan yang kosmopolitan, contoh : Antedon tanella yang terdapat di sepanjang pantai daerah Atlantik.
c.       Familia 3 Cosmasteridae, mempunyai tangkai pada hewan yang masih muda; memiliki ciri sedikit atau tidaknya pada dasar tangkai. Mulut tidak tepat di tengah, spesies dari familia ini banyak terdapat di laut dangkal tropis; contoh : Neocomatella alata, terdapat di laut Hindia.

A.    Sistematika

Kelas

Ordo

Contoh Spesies
1.    Asteroidea
a.    Platyserifa
(Berkaki ambulakrum pada daerah yang luas, lengannya memiliki lempengan tepi dari kapur, terdapat pada zaman ordovici sampai devon. Ordo ini telah punah).
Planaster spec

b.    Hemizonida
(Mempunyai lekukan pada daerah ambulakrum yang dalam. Terdapat pada zaamn pertengahan carbon. Ordo ini telah punah).
Taeniactis

c.    Phanerozonia
(lengannya memiliki 2 jajaran lembaran kapur. Papulae terletak aboral, tridak ada pediselaria, terdapat 2 jajaran kaki  ambulakral. Terdapar muali zaman ordovici sampai sekarang)
Ctenodiscus (bintang laut lumpur), Astropecten, Luidia
Dermasterias

d.    Spinolusa
(lembaran tepinya kecil, pediselaria jarang)
Asterina
Patrria
Henricia (lengannya bulat panjang dan ramping)
Solaster (bintang matahari)
Pteraster (memiliki bilik pangeran atau pengasihan anak-anak yang maish muda)

e.     Forcipulata
(lembaran tepinya tidak jelas. Pediselaria memiliki anak jepitan yang melintang)
Pycnopodia (terdpaat didaerah pantai Pasifik, memiliki lengan 18-24, cakram tubuh lunak dan pipih)
Asterias
Pisaster (merupakan bintang laut, terdapat di mana-mana)
Leptasterias (melindungi anaknya yang masih muda)
Stephanasterias (memiliki lengan sampai 9 buah)
2.            Ophiuroidea
a.      Ophiurae
(lengannya tidak bercabang, tidak dapat memutar mulutnya, cakaram tubuh dan lengannya terliputi oleh lebran kapur)
Ophiotrix

b.    Eurylae
(lengannya sering bercabang-cabang, dapat memutar dan memegang otot, cakram tubuh dan lempengannya berkullit tebal)
Gorgonocephalus
3.Echinoidea
a. Lepidocentroida
(bercangkok lentur, lembaran-lembaran kapur saling bertumpang tindih, memiliki lekukan gigi. Terdapat pada zaman ordovici sampai sekarang)


b.   Camrodonta
 (bercangkok ketat, memiliki insang luar, gigi kuat, mempunyai epiphysis dan Lentera Aristotle yang menyatu di atas piramidan. Terdapat pada zaman creta sampai sekarang)
Arbacia
Strongylocentrocus

c.         Spangoida
(cangkok berbentuk oval, tidak memiliki Lentera Aristotle. Terdapat pada zaman jura bawah samapi sekarang ).
Echinacardium
Lovena
Spatangus
2.      Holothuroidea
a.    Asphidochirota
(bertentakel 15-30 buah, masing-masing bercabang lagi, kaki amburakral banyak)
Holothuria
Stichopus
Bathylotes

b.    Elasipoda
(tentakelnya berbulu, berkaki amburakral banyak, mulut terletak di daerah ventral. Habitat lau sampai kedalaman 5.000 m)
Plagothuria

c.       Dendrochirota
(bertentakel dengan 3 cabang, berkaki ambulakral banyak)
Cucumaria
Psolus spec (memiliki lembaran kapur lunak dengan ukuran 1,27cm)

d.      Apoda
(bertentakel runcing-runcing, tidak berkaki ambulakral, tidka memiliki pohon respirasi)
Leptosynapta
Chiridota
3.      Crinoida
a.      Inadunata


b.    Articula, terdiri atas :
1.    Famili Pentacrinidae
(memiliki tangkai dna ciri panjang, tidak memiliki akar, cakram tubuh kecil, lengan berbagi secara dikotomi sampai 10 kali, pinnula kecil)
Isocrinus
Asterias (banyak terdapat di laut Hindia)

2.    Antedonidae
(mempunyai tangkai pada saat masih muda. Pada hewan dewasa pada dasar tangkai terdapat ciri, lengannya panjang yang berjumlah antara 5-25 buah, mempunyai pinnula. Anggotanya sampai 100 spesies, merupakan hewan yang kosmopolit)
Antedon tenella

3.      Famili Comasteridae
(hewan yang maish muda bertangkai, pada dasar tangkai memiliki sirus sedikit atau tidak ada. Mulut tidak terletak di tengah. Habitat laut tropis)
Neocomatella alata (banyak terdapat di laut Hindia)

1 komentar: